Tak ada manusia yang lebih mencintai
manusia lainnya kecuali Rasulullah Saw. Bahkan, kasih sayang beliau
kepada umatnya melebihi kasih sayang orangtua kandung kepada anaknya
sendiri. Banyak riwayat yang menunjukkan hal ini. Bahkan, ketika beliau
di ujung ajalnya, sebanyak tiga kali beliau berujar syahdu nan sendu,
“Umatku, umatku, umatku.”
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam hadits ke 202, Nabi Saw membaca firman AllaH Swt tentang Nabi Ibrahim As, “Ya
Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan
daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya
orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka
sesungguhnya
Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Ibrahim [14]: 36)
Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Ibrahim [14]: 36)
Selanjutnya, dari hadits yang
diriwayatkan sahabat Abdullah bin Amr bin ‘Ash itu, beliau Saw juga
membaca ayat tentang Nabi Isa As, “Jika Engkau menyiksa mereka, maka
sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau
mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi
Maha Bijaksana.” (Qs. al-Maidah [5]: 118)
Kemudian, beliau yang mulia Saw menengadahkan kedua tangannya sebagaimana disebutkan dalam buku Inilah Rasulullah Saw tulisan Syeikh Salman al-Audah, “Ya Allah, umatku, umatku,” disebutkan, beliau Saw menangis karenanya.
Allah Swt pun berfirman kepada malaikat
Jibril, “Hai Jibril, pergilah menemui Muhammad,” sesungguhnya Dia
Mahatahu. Namun, ada hikmah yang hendak Dia berikan kepada semua
hamba-Nya yang beriman atas pertanyaan ini, “Tanyakan kepada Muhammad,
‘Apa yang membuatnya menangis?’”
Sesuai titah, Jibril pun mendatangi Nabi
Muhammad Saw dan bertanya sesuai apa yang diperintahkan Allah Swt
tersebut. Kemudian, beliau Saw menjawab sesuai apa yang Allah kehendaki
dan Dia Maha Mengetahui atas semua itu.
Lantas, Allah Swt memerintahkan kepada
Jibril, Dia menitahkan agar ia menyampaikan kepada Nabi Muhamamd Saw
sebagaimana yang difirmankan-Nya, “Hai Jibril, pergilah kepada Muhammad
dan katakanlah, ‘Sesungguhnya Kami akan membuatmu ridha mengenai umatmu
dan Kami tidak akan mengecewakanmu.’”
Mahasuci Allah dengan segala firman-Nya.
Dan sebaik-baik perkataan adalah sunnah Rasulullah Saw. Riwayat ini
adalah bukti, betapa Rasulullah Saw amat mencintai umatnya.
Sampai-sampai, beliau menangis syahdu dan mendoakan umatnya. Sementara
banyak diantara umatnya –semoga kita tidak termasuk di dalamnya- yang
senantiasa melakukan pelanggaran dan enggan mengikuti apa yang beliau
Saw sunnahkan.
Semoga shalawat dan salam senantiasa
tercurah limpah kepada beliau yang mulia, keluarga, sahabat, penerus dan
semua yang mencintai beliau.
Allahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa aali sayyidina Muhammad. [Pirman]


0 komentar:
Posting Komentar