Ali bin Thalib pernah berkata, “Ada dua
jenis manusia yang merusak agama: ahli ibadah yang bodoh dan orang alim
yang melakukan dosa.” Ahli ibadah yang bodoh membuat semua ibadahnya
sia-sia karena tak dikerjakan berdasarkan ilmu. Sedangkan orang berilmu
yang melakukan dosa, maka ilmunya percuma karena tak kuasa menahan
dirinya dari perbuatan dosa.
Ada sebuah kisah yang menjelaskan ini
sebagaimana dituturkan oleh Prof Dr Abdullah Azzam dalam bukunya
Tarbiyah Jihadiyah. Beliau mengisahkan sosok ahli ibadah dari kalangan
Bani Israil.
Pada suatu malam, sebagaimana biasanya
ia bergegas untuk menuju masjid guna menunaikan shalat malam. Shalat
malam sudah menjadi kebiasaan dan kenikmatan baginya. Ternyata, malam
itu, dalam perjalanan menuju masjid, ia menginjak seekor tikus.
Qadarullah, tikus yang diinjaknya itu mati.
Karena kejadian itu, ahli ibadah Bani
Israil ini mengalami sedih yang amat mendalam. Ia merasa melakukan dosa
besar sehingga mencari cara agar dosanya itu terampuni. Maka, atas
ijtihad pribadinya, ia berniat membuat kantong kain untuk menempatkan
bangkai tikus itu.
Lalu, kantong berisi bangkai tikus
tersebut digantungkan di lehernya. Ia berniat untuk melakukan itu hingga
bangkai itu benar-benar membusuk dan kembali menjadi tanah. Maka
terhitunglah bilangan tahun yang ia butuhkan agar bangkai tersebut rusak
secara alami tanpa bekas.
Tentu saja, dalam bilangan tahun itu, lelehan bangkai tikus senantiasa menetes di tubuh ahli ibadah Banis Israil itu.
Kemudian, pada suatu hari, berjalankah
ahli ibdah Bani Israil itu hingga sampai di majlis seorang ahli ilmu.
Melihat gantungan kain yang berbau busuk itu, ahli ilmu bertanya, “Apa
isi kantong yang tergantung di lehermu?” Seraya menundukkan kepala, ahli
ibadah itu berkata, “Bangkai tikus.” Lanjut ahli ilmu, “Mengapa kau
melakukan ini?” Lalu dikisahkanlah apa yang dialaminya secara detail.
Jelas ahli ibadah itu, “Aku melakukan
ini untuk menebus dosaku karena telah membunuh tikus ini.” Tanpa jeda,
sang ahli ilmu menukasi, “Selama itu pula, shalatmu tidak diterima
karena najis yang ditimbulkan dari bangkai tikus itu.”
Sahabat Kisah Hikmah, apa yang dialami
oleh ahli ibadah ini, bisa jadi menimpa pula pada diri sebagian kita.
Banyak ibadah yang dikira kita lakukan dengan sempurna, tetapi ternyata
tidak demikian sebab diri tak mengetahui ilmunya.
Maka, sebelum kejadian seperti ahli
ibadah Bani Israil ini menimpa diri kita, penting kiranya untuk
memperdalam ilmu dengan bertanya dan menimbanya kepada ahli ilmu. Agar
ibadah kita tak sia-sia sebab memiliki landasan dalil yang kuat dan agar
ilmu itu kita senantiasa membimbing diri menuju cahaya Allah Swt yang
terang benderang.

0 komentar:
Posting Komentar