Ditulis Oleh: habib Munzir bin abdur-rahman Almusawa
Ketika
sanubariku keruh dan terbenam dalam gelapnya kesulitan dan kesempitan,
sanubariku meraung menahan sakitnya benturan benturan permasalahan yg
bagaikan hujan lebat terus mendera tubuhku, aku berusaha menghindar dan
menyelamatkan diri, namun hantaman hantaman kesulitan tindih menindih
membuatku roboh tak berdaya, panca inderaku gelap tak memiliki rasa,
mataku terbuka dan seluruh pemandangan berubah menjadi selubung pekat yg
mengerikan, telingaku mendengar suara suara namun mendadak bagaikan
dihambat dengan ketulian yg kelam, alam pemikiranku lumpuh, kedua
telapak tangan dan jari jariku bergetar, hatiku bagai hangus terbakar
oleh gemuruh lahar kerisauan..
Apa yg bisa kuperbuat..?, aku
tidak tahu, semua jalan keluar yg kutempuh tertutup rapat.., semua orang
masa bodoh atas kesulitan dan raunganku, seakan aku hidup sendiri di
alam ini..
Aku rebah terhenyak? tiba tiba terdengarlah suara lirih dari Firman Tuhanku.. ?
WA NAADAA FIDHULUMAAT.. AN LAA ILAAHA ILLA ANTA.., SUBHANAKA INNIY
KUNTU MINADDHAALIMIIN.., FASTAJABNAA LAHU WANAJJAYNAAHU MINAL GHAMMI
WAKADZAALIKA NUNJIYYIL MU?MININ..?
Aku tersentak kaget.. ah.. Kisah Yunus as.., ketika Allah swt menceritakannya dengan jelas, ?
DAN DIA (Yunus) MEMANGGIL (KU) DALAM KEGELAPAN.. BAHWA TIADA TUHAN
SELAIN ENGKAU, MAHA SUCI ENGKAU.. SUNGGUH AKU TERMASUK ORANG YG
DHALIM.., MAKA KAMI MENJAWAB DOANYA, DAN KAMI MENYELAMATKANNYA DARI
KEGUNDAHAN DAN PERMASALAHAN DAN DEMIKIAN PULA KAMI MENYELAMATKAN ORANG
ORANG MUKMIN? (Al Anbiya 87)
Betapa sempit dan adakah lagi
kesempitan dan kebingungan lebih dari yg menimpa Nabiyallah Yunus as
saat itu?, ditelan oleh seekor ikan raksasa dan hidup merangkak didalam
perut hewan itu.. betapa busuknya.. betapa gelapnya.. betapa sempit dan
kalutnya Yunus as saat itu, ditelan oleh seekor ikan besar dan dibawa
kepada kedalaman Samudera raya..
Ia tak mungkin memanggil
siapapun, tak pula bisa berbuat apapun.. namun cerita ini dikisahkan
kembali oleh Nya seakan Dia berseru : Akulah Raja Tunggal Maha Penguasa
Kegelapan Samudera, Akulah yang Maha Menemaninya saat ia dalam
kesendirian, Aku Maha Tunggal Mendengar tangisannya yg terbenamkan
dalam pekatnya Samudera, Masihkah ada selainku yg mendengar
panggilannya?Saat itu memang sudah tak ada lagi yg bisa diharapkan
selain Nya, maka Dia menceritakannya dengan indah? : ?
Maka ia
Memangil manggil Ku dalam kegelapan..?, kegelapan perut ikan, kegelapan
perasaan, kegelapan masalah yg terpekat.. ?ia memangil manggil Ku dalam
kegelapan..
Tiada Tuhan Selain Mu, Maha Suci Engkau, sungguh
aku dari kelompok hamba yg dhalim..?, Tak ada keselamatan dari Siksa Nya
selain dengan Kalimat Tauhid, sebagaimana Hadits Qudsiy yg berbunyi :
?Laa ilaaha illallah adalah Benteng Ku, barangsiapa yg mengucapkannya
maka ia masuk dalam benteng Ku, barangsiapa masuk dalam benteng Ku maka
ia aman dari siksa Ku?.
Maka Yunus as memulai doanya, memanggil
mangil Maha Raja Penguasa Samudera Kegelapan dan Maha Menemani setiap
kesendirian, Maha Raja Yang Menciptakan Terang Benderang dan Kegelapan
di Kerajaan Alam Semesta, ia memulai doanya dengan ?Laa ilaaha illan
anta? Tiada Tuhan selain Engkau..
Lalu Yunus meneruskan doanya
dengan mensucikan Allah..bertasbih kepada Allah.. Dia Yang Tak satupun
menghalangi Pandangan Nya, Maha Suci Raja Yang selalu disucikan
selamanya oleh sekalian Alam.., dan Dia pula telah berfirman : ?KALAU
BUKAN KARENA IA (Yunus) ORANG YG SUKA BERTASBIH MENSUCIKAN ALLAH,
NISCAYA IA AKAN TETAP DIDALAM PERUT IKAN ITU HINGGA HARI KEBANGKITAN?.
Maka Yunus meneruskan doanya dengan kalimat SUBHANAKA maha suci
Engkau.. Inniy kuntu minaddhaalimiin.. sungguh aku termasuk golongan
orang yg dhalim.. (Yunus as marah dan meninggalkan ummatnya sebelum
diizinkan Allah), Ia mengadu, mengaku, dan berharap cemas semoga Maha
Pemelihara Tunggal ini masih memaafkannya, maka Dia Allah meneruskan
firman Nya, MAKA KAMI TERIMA SERUANNYA, DAN KAMI MENYELAMATKANNYA DARI
KESULITAN..
Ah? betapa tak berartinya seluruh musibahku ini
dibanding orang yg ditelan hewan raksasa lalu dibawa tenggelam ke Dasar
Samudera.. muncul harapan dihatiku.. berarti aku harus banyak
mengucapkan kalimat Tauhid, Tasbih dan mengakui kesalahanku pada Nya,
Niscaya Dia akan menolongku dari kesulitan ini..
Tiba tiba
batinku merintih lagi.. ah.. tak mungkin.. itukan untuk Nabi Yunus..?,
siapakah aku hingga akan pula akan ditolong Allah?, ini hanyalah
kekhususan Yunus as, Nabi Allah, tiba tiba aku teringat akhir ayat itu..
WA KADZALIKA NUNJIYYIL MU?MINIIIN, dan begitupula kami menyelamatkan
orang orang yg mukmin?
Maha Suci Engkau Wahai Menyingkap
kegelapan malam dan membuatnya terang benderang, beribu hati gelap dan
pekat telah pula kau singkapkan kesedihan mereka dengan pengabulan doa
hingga hati gelap dan kelam itu berubah menjadi terang benderang dengan
kegembiraan oleh Matahari Keluhuran Mu..
Kau simpan rahasia
kelembutan Mu dalam ayat pendek ini.., bahwa Kau Maha Siap mengulurkan
jari jari takdir kelembutan yg memutus rantai rantai takdir Mu yg
mencekik dan menghanguskan sanubari ini dengan Munajat dan Doa kami,
sebagaimana Hadits Nabi Mu saw, ?
Tiadalah Yang Mampu menolak
ketentuan Nya, selain Doa?. Hanya doa dan rintihan di Pintu Kemegahan Mu
yang akan menyingkirkan segala kesulitan ini..
Maka aku
bermunajat Sebagaimana Munajat Nabiku Muhammad saw : Wahai Allah, Demi
orang orang yg bermunajat meminta kepada Mu, Demi orang orang yang
bersemangat menuju keridhoan Mu, dan juga demi doa Yunus as dan seluruh
pemiliki sanubari luhur yg menginjak Bumi Mu dari zaman ke zaman, Demi
berjuta telapak tangan yg telah terangkat bermunajat pada Mu, Demi Doa
Yunus ketika didalam perut hewan raksasa di dasar Samudera..
Yang sebab doanya lah kau bukakan Rahasia pertolongan Mu, dan demi
Keteguhan Ibrahim as yg membuat api Namrud menjadi tunduk dan dingin..
dan Demi Munajat Nabi Muhammad saw, yg merupakan Munajat Terluhur dari
seluruh Munajat Hamba Mu di Kerajaan Alam Semesta, bebaskan Aku dari
segala kesempitan.., bebaskan aku dari dasar samudera kesulitan yg
membuatku tenggelam dan Buta dari kegembiraan, yg membuatku ditelan oleh
dosa dan merangkak diperut dosa yg penuh dg busuknya bangkai kehinaan
dalam keadaan Lumpuh dari harapan, akulah hamba yg merangkak diperut
dosa.. ditenggelamkan ke dasar Samudera kesulitan? memanggil manggil
Nama Agung Mu.. memanggil manggil satu satunya gerbang harapan bagi para
pendosa.. selamatkan aku dari segala kesulitan?.
Tiada Tuhan
Selain Engkau.. aku tak akan menyembah selain Mu.. tak pula akan sujud
pada selain Mu.. penghambaanku hanya untuk Mu.. tak pula akan memilih
Tuhan Lain selain Mu.. bila muncul dihadapanku Tuhan lain dengan
menyiapkan seluruh kenikmatan dan kemewahan abadi diahadapanku.. niscaya
kuhempaskan dan kutolak seluruh anugerahnya, aku akan berpaling dan
berlari kepada Mu..
Menuju Tuhanku Yang Maha Tunggal?Tetap
Engkau Maha Tunggal Tuhanku.. hanya Engkau Rabbiy.. hanya Engkau
Pilihanku.. hanya Engkau.. Maha Suci Engkau dengan segala kesucian..
maka singkirkanlah segala kesulitan ini sebagaimana Ibu yg menepiskan
bekas noda dari wajah bayinya.. Rabbiy?
Rabbiy.. Sungguh aku
telah berbuat kedhaliman.. sungguh aku telah mengingkari perintah Mu..
namun kemana aku akan pergi menyelamatkan diri kalau bukan kepada Mu?
Demi Keluhuran Muhammad saw..
Demi Munajat Muhammad saw..
Demi Keindahan Muhammad saw?
Demi Kewibawaan Muhammad saw..
Demi Mukjizat Muhammad saw..
Demi Syafaat Muhammad saw..
Yang kesemua itu mencerminkan Keindahan Mu dan Kesempurnaan Mu Rabbiy,
Maka Maha Suci Engkau dan segala Puji atas Mu Tuhan sekalian Alam..
Home »
» Munajat Dalam Kegelapan


0 komentar:
Posting Komentar