أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ
“Maka apakah mereka tidak berjalan
di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami
atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena
sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di
dalam dada.” (Q.S. Al-Hajj [22] ayat 46)
(MediaIslamia.com) --- Jejak-jejak
pasukan gajah Abrahah yang ingin menghancurkan Kabah mungkin tak lama lagi
bakal terkuak. Peluang ini muncul ketika sekelompok peneliti muda Arab Saudi
mencoba menelusuri jejak-jejak jalur pasukan gajah itu.
Dalam salah satu ayat AlQuran
dikisahkan adanya pasukan bergajah yang dipimpin Gubernur Yaman, Abrahah.
Berkat perlindungan Allah, Kabah bisa selamat dari serangan itu setelah
munculnya burung-burung yang menjatuhkan batuan dari kakinya.
Dikisahkan pasukan Abrahah itu
membawa 13 ekor gajah untuk menghancurkan Kabah.
"Tak pernah jatuh batu yang
menimpa pasukan kecuali terlarut dagingnya dan hancur berkeping-keping...
Abrahah Al-Ashram melarikan diri sementara badanya terbakar serta hancur
berkeping-keping dan meninggal dalam perjalanannya kembali ke Yaman," kata
pengkaji Al-Quran abad ke-14 masehi, Ibnu Katsir.
Selama penelurusan melelahkan ini,
para peneliti muda Saudi melintasi gunung dan gurun. Mereka juga mengabadikan
foto-foto dari lokasi bersejarah. Dimulai dari utara Najran hingga ke timur
Asir, dan bagian barat kota Baha.
Beberapa situs penting dalam
pencarian ini adalah prasasti gajah di bebatuan daerah pegunungan Al Qahr,
sebelah tenggara Tathlith. Temuan berharga lain adalah sumur tua di Hafaer
sebelum timur Asir, dan jalan beraspal di dekat Kara di Aqeeq wilayah Baha.
Kepala Departemen Geologi dari
Universitas King Saud, Arab Saudi, Mohammed Al-Amry mengkau telah melihat pola
rute Abrahah dan pasukan di Tahlith dan Baha.
"Pasukan Abrahah telah melewati
perisai Arab yang terdiri dari batu-batuan, serta terdapat tulisan dalam bahas
Humairiya di beberapa gunung," katanya seperti yang dikutip Dream.co.id
dari laman Arabnews, Kamis, 9 Oktober 2014.
Menurut sumber sejarah Islam
disebutkan, Abrahah yang beragama Kristen dilaporkan telah membangun gereja
mirip Kabah di Sanaa. Abrahah ingin menjadikan Sanaa sebagai tempat jiarah
penduduk Arab, bukannya Kabah. Harapannya, Yaman bisa memperoleh keuntungan
dari aktivitas perdagangan. Rencana inipun disampaikan ke Raja Ethiopia dan
usul itu disetujui.


0 komentar:
Posting Komentar