Entah apa salah Muslimah Belgia. Sudah dikucilkan karena hijab, mereka pun terkena larangan burka.
"Saya mencari pekerjaan. Tapi di Belgia, aturan baru melarang kami
bekerja dengan hijab," kata Hind, imigran Maroko yang menetap di
Brussel, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (30/10/14).
"Kita harus melepasnya untuk bekerja," keluh Hind, yang enggan menyebut nama belakangnya.
Posisi Muslimah Belgia memang serba sulit. Mengenakan burka di ruang
publik saja mereka sudah kena denda 150 euro. Artinya, apabila mereka
tidak bekerja dan tetap mengenakan burka misalnya, mereka sudah dua kali
mengalami kesulitan.
"Saat Anda lulus kuliah, Anda ingin bekerja dimana pun. Namun, mereka
meminta Anda untuk tidak memakainya," kata Esma, imigran asal Maroko
yang bekerja sebagai dokter.
Belum kelar urusan hijab, komunitas Muslim Belgia semakin cemas dengan
kabar meninggalnya seorang Muslim di penjara. Youssef Tahriku, yang
ditangkap 14 September silam ditemukan tewas. Polisi belum mengungkap
penyebab kematiannya itu.
Namun, komunitas Muslim menduga meninggalnya Tahriki merupakan efek dari stereotip dan diskriminasi terhadap umat Islam.
Elodie, seorang Belgia berbahasa Perancis menilai kondisi yang dialami
Muslim merupakan efek dari pemberitaan media massa. "Anda harus memahami
menjadi Muslim bukanlah masalah bagi siapapun," kata dia. [bahagia/rol]


0 komentar:
Posting Komentar